1. Puisi memiliki lapis
makna yaitu subject matter, feeling, tone, total of meaning, dan theme.
a. Subject matter: Pokok pikiran yang
dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakannya. Dalam subject matter
gambaran umum telah diperinci dalam satuan-satuan pokok pikiran. Sehingga dalam
menulis analisis puisi, subject matter akan melahirkan pertanyaan, “pokok
pikiran apa yang akan diungkapkan oleh penyair sesuai dengan gambaran umum
itu?”
b. Feeling: Sikap penyair terhadappokok
pikiran yang ditampilkan. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa setiap manusia
mempunyai sikap dan pandangan tertentu dalam menghadapi setiap pokok persoalan.
c. Tone: Sikap penyair terhadap
pembaca/penikmat puisi. Bagaimanakah sikap penyair terhadap pembacanya dapat
dirasakan dari nada ciptaanya. Apakah penyair itu bersikap menggurui, angkuh,
membodohkan, rendah hati, sugestif, persuatif, dan sebagainya terhadap para
peminat puisinya jelas akan kelihatan dari warna puisi tersebut.
d. Total of meaning: Totalitas makna adalah
keseluruhan makna yang terdapat dalam puisi. Penentuan makna ini didasarkan
pada pokok-pokok pikiran yang ditampilkan penyair, sikap penyair terhadap pokok
persoalan yang disajikan dalam puisi, serta sikap penyair terhadap penikmat
puisinya
e. Theme: Merupakan ide dasar dari suatu
puisi yang bertindk sebagai inti dari keseluruhan makna dalam puisi tersebut. Tema hanya dapat
ditentukan dengan cara menyimpulkan inti yang terdapat dalam totalitas makna
puisi.
2. a) Puisi Malam Itu
Malam itu aku seperti
tercampakkan
Bagai tebu habis disesap
dahaga waktu
Ruang hampa
Sendiri kian menganga
Tak terkira
Di manakah dengus yang
mendetakkan gairah
Sedang aromamu
berseliweran menguntit raga
Kueja detak yang
merangkak
Bosan berselimut kelam
Adakah peri mengirim
isyarat di sunyi
Sedang kepergianmu
menebus rindu
Yang tak kutahu
Ingin kutinggal
gelanggang
Menggelandang ke ketiak
senyap
Kutawar tawar rasa
Muntah kujilat kembali di
lidah
Ah tak sanggup aku
rupanya
Berbicara mengenai lapis makna puisi pada
puisi tersebut adalah subject matter yaitu pokok pikiran yang dikemukakan
penyair lewat puisi yang diciptakannya. Pada puisi tersebut berjudul “Malam Itu”
menceritakan tentang seseorang yang merindukan kekasihnya dan dia ditinggal
pergi. Terdapat pada kutipan berikut:
“Sedang kepergianmu menebus rindu”
Dan tidak hanya rindu,
dia ingin mengobati rasa rindu itu dengan cara ingin melupakannya. Hal itu didukung
pada kutipan berikut:
“Ingin kutinggal gelanggang”
“Menggelandang ke ketiak
senyap”
“Kutawar tawar rasa”
“Muntah kujilat kembali
di lidah”
“Ah tak sanggup aku
rupanya”
Felling
pada
puisi tersebut adalah rasa sedih. Kesedihan Karena ditinggal sang kekasih dan
rindu akan kekasihnya. Perasaan yang ditekankan pada puisi “Malam Itu” adalah
kesedihan. Hal tersebut ada pada kutipan Sendiri
kian menganga.
Tone
atau nada yang ditunjukkan dalam puisi “Malam Itu” adalah
kerinduan. Nada kerinduan ini muncul karena rasa rindu seorang pria yang
memiliki kekasih tapi ditinggal pergi oleh kekasihnya. Maka munculah
benih-benih kerinduan dalam pria tersebut. Perasaan yang ditekankan pada puisi
“Malam Itu” adalah kesedihan.
Total
of meaning pada puisi “Malam Itu” adalah bahwa penyair mengawali puisi nya
dengan kata Malam itu aku seperti
tercampakkan . Seperti ‘aku’ dalam kata tersebut sama dengan artian
seseorang yang tidak dihargai. Juga seseorang tersebut ditinggal pergi dengan
kekasihnya. Dan menimbulkan akibat bagi seseorang tersebut untuk mempunyai rasa
rindu. Rindu kepada kekasihnya yang meninggalkan dia pergi. Feeling pada puisi “Malam Itu” adalah rasa
sedih. Hal ini terdapat pada kata Sendiri
kian menganga. Rasa Sedih karena ditinggal sang kekasih. Dan nada dalam
puisi tersebut adalah kerinduan. Dimana
rindu seorang pria yang ditinggal pergi oleh kekasihnya.
Theme atau tema dalam puisi “Malam itu”
adalah kerinduan. Dalam puisi “ Malam
Itu” menceritakan tentang seorang pria yang ditinggal pergi oleh kekasihnya dan
menimbulkan rasa rindu seorang pria tersebut kepada kekasihnya. Dia ingin
mengatasi kerinduannya dengan melupakannya tetapi sayangnya dia tidak sanggup
untuk melupakan kekasihnya itu.
b) Puisi Rambutmu
Gelombang mengalir di
rambutmu
Basah di pagi itu
Memerah tanpa pewarna
Kukeringkan dengan panas
darahku
Sebab padamu telah kueja
sejarah
Yang terpendam dalam
larutan
Di luar lurus lapang
Di dalam meliuk kau
sembunyikan
Biarkanlah apa adanya
Rumputan menjalar indah
dipandang
Telah kutemukan cermin
hidupku
Pada rambutmu
Saat kujamah di pagi yang
basah
Subject
matter pada puisi “Rambutmu” yaitu seorang pria yang
mengagumi sang gadis karena sifat sang gadis yang apa adanya. Juga karena sudah
mengetahui masa lalunya, seorang pria tersebut memperjuangkannya.
Felling
atau
perasaan pada puisi tersebut adalah rasa kagum. Karena seorang pria sangat terkagum kagum pada sang gadis dengan
sifatnya yang apa adanya. Terdapat pada larik Rumputan menjalar indah dipandang.
Tone
yang
ditekankan pada puisi tersebut adalah kebahagiaan. Kebahagian seorang pria yang menemukan cermin hidupnya.
Total
of meaning dalam puisi “Rambutmu” yaitu seorang pria
yang mengagumi sang gadis yang mempunyai sifat adanya. Dan felling seorang pria
yang dipenuhi rasa kagum kepada sang gadis hingga dia memperjuangkannya untuk
sang gadis. Juga tone yang ditekankan yaitu kebahagiaan seorang pria karena
sang gadis.
Theme
dalam
puisi “ Rambutmu” adalah kekaguman.
c) Puisi Mendung Berduri
Balasanmu pendek sekali
Seperti pelepah pisang
yang dirajang celurit cemburu
Patahnya menyisakan amis
di dada
Mengapa percik getahnya
menyiprat ke lading
Yang kutanam dengan cinta
Cuaca sepanjang hari
mengirim mendung berduri
Adakah aku harus berlari
Meninggalkan jejak yang
terlanjur mengurai sepi
Pada jemarimu telah
kutulis sekuntum puisi
Sementara sayap-sayap
mawar yang gugur minta kuganti
Biji esok hari
Tapi kilatan-kilatan
celuritmu menuding kedahi
Tanpa kumengerti
Subject
matter pada puisi “Mendung Berduri” yaitu tentang seorang
pria yang kecewa terhadap kekasihnya. Juga
kekasihnya yang sudah menuduhnya
karena rasa cemburu yang dirasakan oleh kekasihnya. Terdapat pada larik Mengapa percik getahnya menyiprat ke lading.
Felling
yang
ditekankan pada puisi “Mendung Berduri” adalah rasa kecewa. Kecewanya seorang
pria terhadap kekasihnya yang dengan cuek membalas pesannya karena kekasihnya
yang cemburu terhadapnya. Hal itu dibuktikan dengan larik Balasanmu pendek sekali Seperti pelepah pisang yang dirajang celurit
cemburu.
Tone
atau
nada yang ada dalam puisi “Mendung Berduri” adalah kekecewaan. Hal itu didukung
pada larik Patahnya menyisakan amis di
dada.
Total
of meaning pada puisi tersebut adalah penyair menggambarkan
tentang seorang pria yang merasa kecewa akan kekasihnya. Karena kekasihnya yang
cemburu dan menuduhnya dengan sebab yang tidak jelas juga. Dan felling yang
digambarkan pada puisi tersebut adalah rasa kecewa, juga tone atau nada yang
ada dalam puisi “ Mendung Berduri” adalah kekecewaan seseorang terhadap
kekasihnya.
Theme
atau
tema dalam puisi “Mendung Berduri”
adalah kekecewaan.
Daftar Pustaka
2016. lapis bentuk. Dalam
(https://indahnyaberpuisiitu.wordpress.com/2016/02/08/lapis-bentuk-struktur-lapis-makna-dan-ragam-dalam-puisi/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar