Senin, 24 Juli 2017

Teori sastra Tugas UAS (Analisis makna batin puisi)

1. Puisi memiliki lapis makna yaitu subject matter, feeling, tone, total of meaning, dan theme.
   a. Subject matter: Pokok pikiran yang dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakannya. Dalam subject matter gambaran umum telah diperinci dalam satuan-satuan pokok pikiran. Sehingga dalam menulis analisis puisi, subject matter akan melahirkan pertanyaan, “pokok pikiran apa yang akan diungkapkan oleh penyair sesuai dengan gambaran umum itu?”  
   b. Feeling: Sikap penyair terhadappokok pikiran yang ditampilkan. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa setiap manusia mempunyai sikap dan pandangan tertentu dalam menghadapi setiap pokok persoalan.
   c. Tone: Sikap penyair terhadap pembaca/penikmat puisi. Bagaimanakah sikap penyair terhadap pembacanya dapat dirasakan dari nada ciptaanya. Apakah penyair itu bersikap menggurui, angkuh, membodohkan, rendah hati, sugestif, persuatif, dan sebagainya terhadap para peminat puisinya jelas akan kelihatan dari warna puisi tersebut.
   d. Total of meaning: Totalitas makna adalah keseluruhan makna yang terdapat dalam puisi. Penentuan makna ini didasarkan pada pokok-pokok pikiran yang ditampilkan penyair, sikap penyair terhadap pokok persoalan yang disajikan dalam puisi, serta sikap penyair terhadap penikmat puisinya
   e. Theme: Merupakan ide dasar dari suatu puisi yang bertindk sebagai inti dari keseluruhan makna   dalam puisi tersebut. Tema hanya dapat ditentukan dengan cara menyimpulkan inti yang terdapat dalam totalitas makna puisi.

2. a) Puisi Malam Itu

Malam itu aku seperti tercampakkan
Bagai tebu habis disesap dahaga waktu
Ruang hampa
Sendiri kian menganga
Tak terkira
Di manakah dengus yang mendetakkan gairah
Sedang aromamu berseliweran menguntit raga
Kueja detak yang merangkak
Bosan berselimut kelam
Adakah peri mengirim isyarat di sunyi
Sedang kepergianmu menebus rindu
Yang tak kutahu
Ingin kutinggal gelanggang
Menggelandang ke ketiak senyap
Kutawar tawar rasa
Muntah kujilat kembali di lidah
Ah tak sanggup aku rupanya

 Berbicara mengenai lapis makna puisi pada puisi tersebut adalah subject matter yaitu pokok pikiran yang dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakannya. Pada puisi tersebut berjudul “Malam Itu” menceritakan tentang seseorang yang merindukan kekasihnya dan dia ditinggal pergi. Terdapat pada kutipan berikut:
 “Sedang kepergianmu menebus rindu”
Dan tidak hanya rindu, dia ingin mengobati rasa rindu itu dengan cara ingin melupakannya. Hal itu didukung pada kutipan berikut:
 “Ingin kutinggal gelanggang”
“Menggelandang ke ketiak senyap”
“Kutawar tawar rasa”
“Muntah kujilat kembali di lidah”
“Ah tak sanggup aku rupanya”
Felling pada puisi tersebut adalah rasa sedih. Kesedihan Karena ditinggal sang kekasih dan rindu akan kekasihnya. Perasaan yang ditekankan pada puisi “Malam Itu” adalah kesedihan. Hal tersebut ada pada kutipan Sendiri kian menganga.
Tone atau nada yang ditunjukkan dalam puisi “Malam Itu” adalah kerinduan. Nada kerinduan ini muncul karena rasa rindu seorang pria yang memiliki kekasih tapi ditinggal pergi oleh kekasihnya. Maka munculah benih-benih kerinduan dalam pria tersebut. Perasaan yang ditekankan pada puisi “Malam Itu” adalah kesedihan.
 Total of meaning pada puisi “Malam Itu” adalah bahwa penyair mengawali puisi nya dengan kata Malam itu aku seperti tercampakkan . Seperti ‘aku’ dalam kata tersebut sama dengan artian seseorang yang tidak dihargai. Juga seseorang tersebut ditinggal pergi dengan kekasihnya. Dan menimbulkan akibat bagi seseorang tersebut untuk mempunyai rasa rindu. Rindu kepada kekasihnya yang meninggalkan dia pergi.  Feeling pada puisi “Malam Itu” adalah rasa sedih. Hal ini terdapat pada kata Sendiri kian menganga. Rasa Sedih karena ditinggal sang kekasih. Dan nada dalam puisi tersebut adalah kerinduan.  Dimana rindu seorang pria yang ditinggal pergi oleh kekasihnya.
  Theme atau tema dalam puisi “Malam itu”  adalah kerinduan. Dalam puisi “ Malam Itu” menceritakan tentang seorang pria yang ditinggal pergi oleh kekasihnya dan menimbulkan rasa rindu seorang pria tersebut kepada kekasihnya. Dia ingin mengatasi kerinduannya dengan melupakannya tetapi sayangnya dia tidak sanggup untuk melupakan kekasihnya itu.
b) Puisi Rambutmu

Gelombang mengalir di rambutmu
Basah di pagi itu
Memerah tanpa pewarna
Kukeringkan dengan panas darahku
Sebab padamu telah kueja sejarah
Yang terpendam dalam larutan
Di luar lurus lapang
Di dalam meliuk kau sembunyikan
Biarkanlah apa adanya
Rumputan menjalar indah dipandang
Telah kutemukan cermin hidupku
Pada rambutmu
Saat kujamah di pagi yang basah

Subject matter pada puisi “Rambutmu” yaitu seorang pria yang mengagumi sang gadis karena sifat sang gadis yang apa adanya. Juga karena sudah mengetahui masa lalunya, seorang pria tersebut memperjuangkannya.
Felling atau perasaan pada puisi tersebut adalah rasa kagum. Karena seorang pria sangat terkagum kagum pada sang gadis dengan sifatnya yang apa adanya. Terdapat pada larik Rumputan menjalar indah dipandang. 
Tone yang ditekankan pada puisi tersebut adalah kebahagiaan. Kebahagian seorang pria yang menemukan cermin hidupnya.
Total of meaning dalam puisi “Rambutmu” yaitu seorang pria yang mengagumi sang gadis yang mempunyai sifat adanya. Dan felling seorang pria yang dipenuhi rasa kagum kepada sang gadis hingga dia memperjuangkannya untuk sang gadis. Juga tone yang ditekankan yaitu kebahagiaan seorang pria karena sang gadis.
Theme dalam puisi “ Rambutmu” adalah kekaguman.
c) Puisi Mendung Berduri

Balasanmu pendek sekali
Seperti pelepah pisang yang dirajang celurit cemburu
Patahnya menyisakan amis di dada
Mengapa percik getahnya menyiprat ke lading
Yang kutanam dengan cinta
Cuaca sepanjang hari mengirim mendung berduri
Adakah aku harus berlari
Meninggalkan jejak yang terlanjur mengurai sepi
Pada jemarimu telah kutulis sekuntum puisi
Sementara sayap-sayap mawar yang gugur minta kuganti
Biji esok hari
Tapi kilatan-kilatan celuritmu menuding kedahi
Tanpa kumengerti

Subject matter pada puisi “Mendung Berduri” yaitu tentang seorang pria yang kecewa terhadap kekasihnya. Juga  kekasihnya  yang sudah menuduhnya karena rasa cemburu yang dirasakan oleh kekasihnya. Terdapat pada larik Mengapa percik getahnya menyiprat ke lading.
Felling yang ditekankan pada puisi “Mendung Berduri” adalah rasa kecewa. Kecewanya seorang pria terhadap kekasihnya yang dengan cuek membalas pesannya karena kekasihnya yang cemburu terhadapnya. Hal itu dibuktikan dengan larik Balasanmu pendek sekali Seperti pelepah pisang yang dirajang celurit cemburu.
Tone atau nada yang ada dalam puisi “Mendung Berduri” adalah kekecewaan. Hal itu didukung pada larik Patahnya menyisakan amis di dada.
Total of meaning pada puisi tersebut adalah penyair menggambarkan tentang seorang pria yang merasa kecewa akan kekasihnya. Karena kekasihnya yang cemburu dan menuduhnya dengan sebab yang tidak jelas juga. Dan felling yang digambarkan pada puisi tersebut adalah rasa kecewa, juga tone atau nada yang ada dalam puisi “ Mendung Berduri” adalah kekecewaan seseorang terhadap kekasihnya.
Theme atau tema dalam puisi “Mendung Berduri”  adalah kekecewaan.



Daftar Pustaka

2016. lapis bentuk. Dalam

(https://indahnyaberpuisiitu.wordpress.com/2016/02/08/lapis-bentuk-struktur-lapis-makna-dan-ragam-dalam-puisi/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar